Kita mulakan dengan tanda-tanda budi pekerti baik.

Firman Allah Ta’ala.

“Sesungguhnya telah beruntung orang-orang yang beriman. Mereka yang berkhusyu’ di dalam sembahyang mereka. Dan mereka yang berpaling dari perkara-perkara yang kotor. Dan mereka yang membayar zakat. Dan mereka yang menjaga alat-alat kelamin mereka. Kecuali kepada isteri-isteri mereka ataupun hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka itu tiada tercela. Barangsiapa mencari selain dari itu, maka mereka itu adalah orang-orang yang melanggar batas. Dan mereka yang memelihara amanat-amanat dan janji mereka. Dan mereka yang menjaga sembahyang-sembahyang mereka. Mereka itulah orang-orang yang mewarisi, iaitu mewarisi Syurga Firdaus, dan mereka kekal di dalamnya buat selama-lamanya.” (al-Mu’minin: 1-11)

“Orang-orang yang bertaubat yang beribadat yang memuji Tuhan yang merantau (di bumi Allah), yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat baik dan melarang dari perbuatan-perbuatan jahat, dan yang menjaga batas-batas Allah. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (at-Taubah: 112)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu, ialah mereka yang apabila disebutkan saja nama Allah, maka takutlah hati mereka. Dan apabila dibacakan saja ayat-ayatNya, maka bertambahlah keimanan mereka, dan mereka itu sentiasa berserah diri kepada Tuhan mereka. Iaitu orang-orang yang mendirikan sembahyang dan membelanjakan dari apa yang Kami berikan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang beriman dengan sebenarnya. Mereka memperoleh beberapa darjat di sisi Tuhan mereka, juga pengampunan dan rezeki yang mulia.” (al-Anfal: 2-4)

“Dan hamba-hamba Allah yang Maha Pengasih, iaitu mereka yang berjalan di bumi dalam keadaan tenang dan apabila orang-orang yang bodoh berkata kepada mereka, maka mereka hanya menjawab: Selamat. Dan mereka yang di waktu malam hari menyembah Tuhan dalam keadaan sujud dan berdiri. Dan mereka yang berkata: Wahai Tuhan kami! Jauhkanlah kiranya dari kami siksaan Neraka Jahannam, sesungguhnya siksaannya itu pasti berlaku. Sesungguhnya ia tempat kediaman dan tempat tinggal yang amat buruk. Dan mereka itu, apabila membelanjakan hartanya, tiada melampaui batas dan tiada pula bersifat kikir, malah pertengahan antara keduanya. Dan mereka yang tiada menyeru Tuhan yang lain di samping Allah dan mereka tiada membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah (membunuhnya) melainkan dengan hak, dan mereka tiada melakukan perzinaan. Barangsiapa yang melakukan demikian nescaya akan mendapat dosa. Kepadanya dilipat gandakan siksaan pada Hari Kiamat, dan mereka tetap di sana dalam keadaan terhina, kecuali orang yang bertaubat dan mengerjakan perbuatan yang baik, maka orang-orang itu akan digantikan oleh Allah kejahatan-kejahatan mereka dengan kebaikan-kebaikan. Dan Tuhan itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertaubat lalu mengerjakan perbuatan baik maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan sebenarnya. Dan mereka yang tiada menjadi saksi palsu, dan bila melalui pada perkara-perkara yang omong kosong, mereka berlalu dengan hormatnya. Dan mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat Allah, mereka tidak tersungkur ke dalamnya dalam keadaan tuli dan buta. Dan mereka yang berkata: Wahai Tuhan kami! Kurniakanlah kepada kami dari isteri-isteri kami dan keturunan kami cahaya mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa. Mereka itu adalah orang-orang yang dibalas dengan darjat yang tinggi disebabkan mereka bersabar dan mereka akan diterima di sana dengan penghormatan dan keselamatan. Mereka kekal di dalamnya, amat baiklah tempat kediaman dan tempat tinggal. Katakanlah: Tuhanku tidak akan memperhatikan kamu sekalian, kalaulah bukan sebab doa kamu sekalian. Sesungguhnya kamu telah mendustakan (Tuhan), kerana itu (hukuman) pasti datang.” (al-Furqan: 63-77)

Maka barangsiapa merasa keliru tentang keadaan dirinya hendaklah ia mengukur diri dengan inti ayat-ayat di atas itu. Bila terdapat pada dirinya kesemua sifat-sifat yang tersebut di dalam ayat di atas tadi, maka itu adalah tandanya keluhuran budi pekerti.

Dan bila lenyap pula keseluruhan sifat-sifat itu, maka itulah tandanya kejelekan budi pekerti.

Dan seterusnya jika setengah ada dan setengah tidak ada, maka itulah pula menunjukkan ada sebahagian saja dari budi pekerti itu, maka dalam hal ini hendaklah ia berusaha pula untuk mendapatkan setengah yang tidak ada, seraya memelihara sifat-sifat yang telah ada, jangan sampai yang hilang pula.

About these ads