Perkara ketiga [yang pertama di sini dan yang kedua di sini] berhubung mu’amalah yang mudaratnya menyentuh orang perseorangan ialah tidak menyembunyikan cacat dalam sukatan atau timbangan.

Janganlah menyembunyikan cacat dalam sukatan atau timbangan. Maka sayugia membetulkan timbangannya dengan menambah sedikit supaya terkeluar dari kekeliruan. Hendaknya bagaimana ia menerima sukatan dari orang lain, begitu pula ia menyukat kepada mereka.

Allah telah berfirman:

“Neraka Wail bagi orang-orang yang mengurangi timbangan. Apabila mereka menyukat untuk dirinya diminta dicukupkan dan apabila mereka menyukat untuk orang lain atau menimbang lalu dikurangkannya.” (al-Mutaffifin: 1-3)

Dia tidak akan terselamat dari perkara yang terlarang ini, melainkan jika ia melebihkan sedikit jika ia menyukat atau menimbang untuk dirinya sendiri. Sebab sukar sekali hendak digambarkan keadilan yang sebenarnya.

Dari itu sebaik-baiknya ia melahirkan keadilan itu dengan menambah atau mengurangi sedikit, sebagai mana yang tersebut di atas kerana orang yang mengambil haknya secukup-cukupnya akan hampir melampaui hak orang lain.

Setengah orang berkata: Saya tidak ingin membeli Neraka Wail daripada Allah dengan sebutir (yakni dengan penipuan melebihi sebutir saja).

Orang yang mencampurkan makanan dengan tanah atau sebagainya kemudian menyukatnya, maka ia tergolong orang-orang yang mengurangi sukatan. Penjual daging yang menimbang daging bercampur seumpama itu, tergolong orang-orang yang mengurangi timbangan juga.

Keadaan seperti ini boleh dikiaskan pada segala barang dagangan yang lain; seperti pengukuran yang biasa digunakan oleh penjual kain. Ketika ia mengukur untuk membeli dikendurkan kain itu ke bawah sedikit, tetapi bila ia mengukur untuk menjual ditarik kain itu sampai tegang. Semua ini dilakukan supaya terdapat perbedaan di dalam ukurannya itu.

Peniaga-peniaga yang mengamalkan cara begini tentu tidak akan terselamat, dan tergolong orang-orang yang mengurangi pengukuran yang bakal menariknya ke dalam Neraka wail.

Advertisements