Melaknat binatang atau benda yang mati (beku), ataupun melaknat manusia, semua ini adalah dilarang dan terkira sifat yang tercela dalam agama. Bersabda Rasulullah s.a.w.:

“Seseorang Mu’min yang sejati, bukanlah orang yang suka melaknat.”

Pengertian laknat ialah tersingkir dan terjauh dari rahmat Allah Ta’ala dan melemparkan laknat ke atas seseorang itu tidak diharuskan, kecuali kiranya orang itu memang mempunyai sifat tersebut, yakni terjauh dari rahmat Allah azzawajalla. Terjauh dari rahmat Allah boleh disebabkan kerana kekufuran ataupun penganiayaan. Tetapi melaknat seorang fasik yang tertentu masih dikira merbahaya juga, sebaik-baiknya ditinggalkan saja, meskipun sesudah kematiannya. Malah lebih-lebih dilarang lagi jika melemparkan laknat itu akan menimbulkan kemarahan dan rasa tidak senang dari keluarganya yang hidup.

Dalam sebuah Hadis, Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Jangan sekali-kali kamu memaki-maki orang yang sudah mati, supaya kamu tidak menyakiti hati orang-orang yang hidup.”

Perkara lain yang dikira hampir sama seperti laknat, ialah mendoakan ke atas seseorang dengan kejahatan (hal-hal yang baik), sekalipun ia seorang yang zalim, maka mendoakan ke atasnya masih dilarang juga.

Dalam suatu khabar dikatakan, Rasulullah s.a.w. pernah berkata:

“Orang yang teraniaya itu akan mendoakan ke atas si zalim (yang menganiayai) sehingga Allah membalasnya.” 

Advertisements