Sifat berdusta dalam tutur kata dan sumpah ini termasuk dosa yang paling buruk celaan yang amat terkeji sekali.

Sabda Rasulullah s.a.w.:

 “Jagalah dirimu dari sifat dusta, sebab dusta itu setingkat dengan kecurangan, dan kedua sifat ini akan dihumbankan ke dalam neraka.”

Sabdanya lagi:

Sesungguhnya dusta itu adalah pintu dari pintu-pintu nifaq.”

Lagi sabdanya:

 “Adalah suatu pengkhianatan yang besar, iaitu apabila anda menyampaikan sesuatu berita kepada saudaramu, sedang ia mempercayai kata-katamu itu, manakala anda membohonginya.”

Diceritakan pada suatu hari, sedang Rasulullah s.a.w. berjalan-jalan, baginda bertemu dengan dua orang yang sedang berjual beli sesekor kambing, dan masing-masing di antara keduanya bersumpah-sumpahan. Kata yang satu: Demi Allah aku tidak akan mengurangi harganya dari sekian dan sekian. Manakala yang lain berkata pula: Demi Allah, aku tidak akan melebihkan harganya dari sekian dan sekian. Tidak berapa lama kemudian, kambing itu telah dibeli oleh salah seorang dari keduanya. Maka sabda Rasulullah s.a.w. : Telah wajib atas salah seorang dari keduanya dosa, mestilah ia membayar kaffarah (denda).

Dari Rasulullah s.a.w.  sabdanya:

“Tiga orang kelak Allah tidak akan berbicara kepadanya, tidak melihat kepadanya di Hari Kiamat iaitu: Orang yang menganggap berbudi dengan pemberiannya, orang yang melakukan barang jualannya dengan bersumpah palsu, dan orang yang melabuhkan kainnya.”

Sabdanya lagi:

Barangsiapa yang bersumpah atas sesuatu sumpah dosa untuk mengambil harta seorang Muslim tanpa hak (yakni secara haram), nanti di Hari Kiamat ia akan bertemu dengan Allah, sedangkan Allah murka ke atasnya.”

Bersabda Rasullah s.a.w. kepada Mu’az:

Aku mewasiatkan anda dengan taqwa Allah, benar tutur kata, menunaikan amanat, menepati janji, menyedekahkan makanan dan merendah diri.” 

Advertisements